cancelledmovies.com – Istri mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso, Meriyati Roeslani Hoegeng, meninggal dunia pada usia 100 tahun di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Selasa, 3 Februari 2026. Kepergian Meri menjadi momen penting bagi banyak orang, mengingat dedikasinya dan perjalanan hidup yang menginspirasi masyarakat.
Jenderal Hoegeng dikenal sebagai sosok yang sederhana dan berintegritas tinggi. Dalam memoarnya, “Polisi antara Idaman dan Kenyataan” karya Ramadhan KH, ia mengisahkan pengalaman hidupnya yang menggambarkan tantangan dan godaan yang dihadapinya selama menjabat. Salah satu kisah yang mencolok adalah ketika ia pernah ditawari suap oleh seorang pengusaha yang terlibat kasus penyelundupan.
Selama menjalani hidup sebagai perwira, pasangan ini menghadapi kesulitan finansial. Untuk menghadapi tantangan itu, Meriyati Roeslani memutuskan untuk membuka toko bunga yang cukup sukses dan berkembang. Namun, menjelang pelantikan Jenderal Hoegeng sebagai Kepala Jawatan Imigrasi pada tahun 1960, ia meminta istrinya untuk menutup usaha itu. Selain keraguan Meriyati, Hoegeng menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan agar tidak ada konflik kepentingan, karena banyak orang yang berurusan dengan imigrasi akan mencari bunga di tokonya.
Keputusan ini menyoroti integritas Hoegeng, yang selalu mengutamakan keadilan dan etika dalam pekerjaannya. Meskipun sudah tiada, kisah hidup Meriyati Roeslani dan Jenderal Hoegeng akan tetap dikenang, terutama dalam konteks dedikasi dan pengorbanan yang mereka tunjukkan di tengah tantangan kehidupan.