cancelledmovies.com – Diskalkulia, sebuah gangguan belajar yang diakui secara medis, sering kali membuat anak-anak merasa kesulitan dalam mempelajari matematika. Meski banyak yang menganggapnya hanya masalah kemalasan atau kurang latihan, kondisi ini sebenarnya berkaitan erat dengan cara kerja sistem saraf pusat yang berbeda. Diskalkulia ditandai dengan kesulitan memahami konsep berhitung, mengingat urutan angka, dan mengenali simbol matematika.
Menurut Kementerian Kesehatan, anak-anak dengan diskalkulia sering tampak terhambat dalam hal yang terlihat sederhana bagi orang lain, seperti menghitung penjumlahan, pengurangan, hingga membaca jam. Meskipun gejala ini terlihat jelas di kalangan anak usia 6 hingga 9 tahun, banyak orang dewasa yang ternyata baru menyadari memiliki gangguan ini. Penting untuk dicatat bahwa diskalkulia tidak berkaitan dengan tingkat kecerdasan; anak-anak dengan kondisi ini masih memiliki potensi akademis yang sama.
Dampak diskalkulia tidak hanya berdampak pada prestasi akademik, tetapi juga dapat menimbulkan masalah emosional seperti kecemasan yang berlebihan saat menghadapi pelajaran matematika. Dalam beberapa kasus, tekanan ini dapat menyebabkan gejala fisik, seperti mual atau sakit perut.
Diskalkulia dan disleksia, meskipun sama-sama termasuk dalam kategori gangguan belajar, berfokus pada aspek yang berbeda; diskalkulia berkaitan dengan kemampuan numerik sementara disleksia berhubungan dengan kemampuan membaca. Hal ini menunjukkan bahwa keduanya dapat terjadi bersamaan pada individu yang sama, memperumit proses belajar mereka lebih lanjut.