cancelledmovies.com – TikTok, aplikasi berbagi video yang populer di seluruh dunia, kini mengambil langkah besar untuk menghindari larangan di Amerika Serikat. ByteDance, perusahaan pemilik TikTok asal China, telah menandatangani kesepakatan untuk mendirikan perusahaan patungan bernama TikTok USDS Joint Venture LLC. Perusahaan ini didirikan dengan tujuan untuk mengamankan data pengguna AS dan memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Langkah ini diambil setelah Presiden Donald Trump sebelumnya mengupayakan larangan penggunaan TikTok di AS pada 2020 dengan alasan keamanan nasional. Kebijakan tersebut sempat diusulkan kembali pada April 2024 melalui undang-undang yang mewajibkan ByteDance menjual aset-asetnya di AS dalam waktu yang ditentukan atau menghadapi larangan. Namun, undang-undang tersebut tidak diterapkan.
Dalam struktur kepemilikan, perusahaan patungan ini akan dimiliki oleh investor Amerika dan global dengan persentase sebesar 80,1%, sementara ByteDance akan memegang 19,9% saham. Tiga investor utama yang berpartisipasi dalam perusahaan patungan ini adalah Oracle, Silver Lake, dan MGX, masing-masing memiliki 15% saham.
TikTok USDS Joint Venture LLC bertujuan untuk memastikan privasi dan keamanan data pengguna di AS dengan langkah-langkah yang lebih ketat. Selain itu, usaha patungan ini juga mencakup aplikasi lain seperti CapCut dan Lemon8, menawarkan pengalaman yang lebih komprehensif bagi pengguna. Dengan demikian, TikTok berupaya menjaga keberlanjutan operasionalnya di pasar Amerika, di tengah semakin ketatnya regulasi mengenai data dan privasi.