cancelledmovies.com – Pertumbuhan investor riil di pasar modal Indonesia perlu ditingkatkan dengan mencegah praktik spekulatif dan manipulatif. Hal ini disampaikan oleh Ilya Avianti, anggota Dewan Pengawas Prasasti Center for Policy Studies, dalam sebuah pernyataan di Jakarta. Menurut Ilya, maraknya investor ritel baru menjadi sinyal positif, tetapi juga menambah risiko manipulasi harga saham, yang seringkali terjadi dalam bentuk “saham gorengan”.
Ilya menjelaskan bahwa pasar yang sehat seharusnya berlandaskan pada nilai fundamental perusahaan. Untuk mencegah praktik manipulasi, transparansi informasi perusahaan perlu diperkuat. Emiten diharapkan disiplin dalam menyampaikan laporan keuangan dan informasi penting lainnya secara tepat waktu dan jelas. Informasi yang mudah diakses dapat mengurangi ruang bagi manipulasi pasar.
Selanjutnya, Ilya menekankan pentingnya pengawasan transaksi yang lebih ketat. Pola transaksi aneh seperti lonjakan harga dan volume yang tidak didukung oleh kinerja perusahaan harus segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti. Ia juga menegaskan bahwa, “Harga saham seharusnya mencerminkan nilai perusahaan, bukan sekadar hasil tarik-menarik jangka pendek.”
Edukasi bagi investor juga menjadi titik fokus utama. Investor harus memiliki kemampuan untuk membaca laporan keuangan dan menilai prospek usaha agar tidak terjebak dalam praktik spekulatif. Selain itu, Ilya menyebutkan bahwa peran pelaku pasar, seperti broker dan analis, sangat krusial dalam membentuk budaya investasi yang lebih data-driven dan berbasis kinerja.
Prasasti Center merekomendasikan kombinasi antara transparansi, pengawasan, edukasi, dan tanggung jawab pelaku pasar untuk menciptakan lingkungan investasi yang lebih sehat. Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan pertumbuhan investor tidak hanya kuantitatif, tetapi juga berkontribusi terhadap fungsi optimal pasar modal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang.