cancelledmovies.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan meningkatkan batas free float saham di pasar modal Indonesia dari 7,5 persen menjadi 25 persen secara bertahap. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi, menjelaskan pentingnya pendalaman pasar dan peningkatan free float sebagai langkah strategis.
Dalam acara Capital Market Journalist Workshop di Kabupaten Gianyar, Bali, Inarno mencatat bahwa batas free float saat ini masih lebih rendah dibandingkan negara-negara ASEAN. Ia menyatakan hal ini menjadi fokus kajian OJK. Rencana awal adalah menaikkan batas free float ke level 10 persen, diikuti dengan peningkatan lebih lanjut ke 15 persen dan akhirnya 25 persen.
“Karena konsekuensinya cukup banyak, kami akan melakukannya secara bertahap,” ujar Inarno. Ia menambahkan, perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) juga akan diharuskan memiliki free float minimal 10 persen.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menegaskan penyesuaian ini akan memperhatikan kondisi perusahaan dan kemampuan investor. Regulasinya akan disusun melalui proses dengar pendapat dengan semua pemangku kepentingan, dan tetap memperhatikan dinamika pasar modal Indonesia serta praktik umum di bursa global.
Sebelumnya, Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengusulkan agar minimum free float di Indonesia bisa mencapai 30 persen, untuk menyelaraskan dengan aturan di negara-negara ASEAN lainnya. “Indonesia termasuk yang terendah dalam hal free float,” ujarnya.
Dengan peningkatan ini, diharapkan pasar modal Indonesia dapat lebih kompetitif dan menarik bagi investor.