cancelledmovies.com – PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan mengalami konsolidasi pada pekan mendatang, dengan support di level 9.000 dan resistance di 9.200. Menurut Equity Analyst IPOT, Imam Gunadi, fokus pasar saat ini akan beralih kepada rilis data dan keputusan kebijakan baik secara global maupun domestik.
Pelaku pasar di Indonesia akan mencermati keputusan suku bunga dari Bank Indonesia (BI), yang diperkirakan akan tetap di angka 4,75 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Selain itu, data dari Amerika Serikat, khususnya rilis US Core PCE Price Index, juga akan menjadi perhatian, karena diprediksi menunjukkan inflasi 2,7 persen year on year.
Imam menambahkan bahwa dari China, rilis pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 diperkirakan mencapai 4,4 persen yang akan menjadi indikator penting bagi ketahanan ekonomi di tengah stimulus moneter yang masih berlangsung. Ia juga menekankan pentingnya mencermati data penjualan ritel dan tingkat pengangguran di bulan Desember sebagai gambaran kondisi konsumsi domestik dan pasar tenaga kerja.
Di sisi lain, pada penutupan perdagangan Kamis (14/01), IHSG mengalami penguatan hingga 1,55 persen pada level 9.075, dengan catatan net buy dari investor asing sebanyak Rp3,2 triliun. Hal ini mencerminkan respons positif terhadap stabilitas makroekonomi Indonesia, meskipun pasar global masih diwarnai oleh ketidakpastian, terutama pasca pengumuman Presiden AS mengenai rencana tarif baru yang mempengaruhi negara-negara Eropa.
Dalam konteks domestik, penjualan ritel Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan yakni 6,3 persen (yoy) pada November 2025, sedangkan Foreign Direct Investment (FDI) juga mencatatkan pertumbuhan positif. Situasi ini memberikan harapan bagi perekonomian nasional di tengah tantangan global yang ada.