cancelledmovies.com – Perusahaan investasi milik Pemerintah Singapura, Government of Singapore Investment Corporation (GIC), telah mengajukan gugatan terhadap perusahaan kendaraan listrik asal China, Nio, di pengadilan Amerika Serikat. Gugatan ini mencuat terkait dugaan penipuan sekuritas yang melibatkan sejumlah petinggi Nio, termasuk CEO William Li dan mantan CFO Feng Wei.
Menurut laporan dari Xiake Auto, inti tuduhan gugatan berkaitan dengan penggelembungan pendapatan dan laba melalui perusahaan baterai yang didirikan bersama, Nio Battery Asset Co. Ltd. (Weineng). GIC mengklaim bahwa Nio dengan sengaja mengakui pendapatan penjualan baterai secara prematur dan menyembunyikan kontrol nyata atas entitas tersebut, yang berdampak langsung pada laporan keuangan.
Gugatan tersebut menyoroti bahwa Weineng didirikan pada Agustus 2020 dengan tujuan untuk “mengoptimalkan” laporan keuangan Nio. Hal ini memungkinkan Nio untuk mengakui pendapatan yang signifikan dengan memindahkan biaya penyusutan baterai dari neracanya. Akibatnya, pendapatan Nio pada kuartal keempat 2020 mengalami lonjakan dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, dari 2,85 miliar yuan (sekitar 399 juta dolar AS) menjadi 6,64 miliar yuan (sekitar 930 juta dolar AS).
Saat ini, gugatan yang diajukan oleh GIC terhadap Nio tengah ditangguhkan oleh pengadilan hingga awal Oktober 2025. Penangguhan ini dilakukan sambil menunggu hasil dari gugatan class action yang diajukan oleh investor AS sebelumnya. Keputusan ini menunjukkan kompleksitas situasi hukum yang dihadapi Nio di pasar global, serta dampaknya terhadap kepercayaan investor dan reputasi perusahaan di industri kendaraan listrik.